UGM Bicara Kenapa Prodi Ekonomi Pertanian Layak Diperebutkan

Satu kursi di Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Fakultas Pertanian UGM diperebutkan 10 siswa dalam SNBP 2026.

18 April 2026 | 18.27 WIB

Bagikan

Kolam budi daya ikan lele dan cacing sutera di Kalibawang Kulon Progo binaan Fakultas Pertanian UGM. Foto Faperta UGM
Kolam budi daya ikan lele dan cacing sutera di Kalibawang Kulon Progo binaan Fakultas Pertanian UGM. Foto Faperta UGM

LONJAKAN peminat dialami Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Dari 27 kursi yang tersedia, program studi itu menerima 271 pendaftar pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Ketua Program Studi EPA UGM, Hani Perwitasari, menyambut minat yang dinilai cukup besar tersebut. Menurutnya, sektor pertanian tak lagi bisa dipahami semata sebagai aktivitas budidaya di lahan. Pertanian modern mencakup keseluruhan rantai nilai—dari produksi di tingkat petani hingga distribusi, pasar, dan kebijakan publik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

 Warga untuk Warga, Saling Bantu Mendukung Demo MahasiswaSederet Fakta Aksi Menuju Indonesia BangkrutBersatu Padu Mendukung Aksi MassaDemonstran Masih Bertahan di Thamrin, Blokade Sudah Dibuka

Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo

Pendidikan

UGM Bicara Kenapa Prodi Ekonomi Pertanian Layak Diperebutkan

Satu kursi di Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Fakultas Pertanian UGM diperebutkan 10 siswa dalam SNBP 2026.

18 April 2026 | 18.27 WIB

Bagikan

Kolam budi daya ikan lele dan cacing sutera di Kalibawang Kulon Progo binaan Fakultas Pertanian UGM. Foto Faperta UGM
Kolam budi daya ikan lele dan cacing sutera di Kalibawang Kulon Progo binaan Fakultas Pertanian UGM. Foto Faperta UGM

LONJAKAN peminat dialami Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Dari 27 kursi yang tersedia, program studi itu menerima 271 pendaftar pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Ketua Program Studi EPA UGM, Hani Perwitasari, menyambut minat yang dinilai cukup besar tersebut. Menurutnya, sektor pertanian tak lagi bisa dipahami semata sebagai aktivitas budidaya di lahan. Pertanian modern mencakup keseluruhan rantai nilai—dari produksi di tingkat petani hingga distribusi, pasar, dan kebijakan publik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Logo

“Mahasiswa tidak hanya belajar menanam, tapi juga membaca pasar, mengelola bisnis, hingga merumuskan kebijakan,” ujarnya pada Jumat, 17 April 2026.

BACA JUGADaun Kirinyuh untuk Bersihkan Mikroplastik di Ayam Broiler

🔥 Modus Dadan Hindayana dan Elite BGN dalam Korupsi Proyek MBG

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *