DevSphere Blog

Cristiano Ronaldo dan Al Nassr Berpeluang Raih Dua Gelar Dalam Sehari Meski Ditahan AL Hillal

DevSphere. – Megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, masih harus menunda peluang meraih trofi bersama Al Nassr setelah hasil imbang dramatis melawan Al Hilal di lanjutan Liga Pro Saudi, Rabu (13/5/2026) dini hari WIB.

Al Nassr sebenarnya nyaris memastikan gelar juara lebih cepat. Namun, gol bunuh diri pada menit ke-99 membuat pertandingan berakhir imbang dan memaksa persaingan gelar terus berlanjut hingga pekan berikutnya.

Meski gagal mengunci trofi pada laga tersebut, peluang Ronaldo dan rekan-rekannya untuk menjadi kampiun masih terbuka sangat lebar. Bahkan, Al Nassr bisa memastikan gelar tanpa harus bermain pada pertandingan selanjutnya.

PSG Back To Back Memenangkan Liga Champions Setelah Mengalahkan ARSENAL Di Laga Adu Penalti

DevSphere, Mataram – Paris Saint-Germain (PSG) mengalahkan Arsenal 4-3 (1-1) lewat drama adu penalti pada final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.

Pada babak tos-tosan, PSG juara usai dua eksekutor Arsenal Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes tidak menemui sasaran.

Jalan Pertandingan

 

Arsenal unggul cepat pada menit ke-6. Kai Havertz lolos dari penjagaan akibat bola memantul. Walau dalam posisi kurang menguntungkan, dia mampu menaklukkan kiper Matvey Safonov lewat tendangan keras.

PSG merespon dan mendominasi bola. Namun, mereka kesulitan menemus pertahanan Arsenal. Beberapa kali mereka meminta penalti, tapi tidak digubris. Usaha tendangan jauh juga tidak membuahkan hasil.

Di sisi lain, Arsenal dapat peluang pada injury time. Namun, Kai Haverz juga melewatkan kesempatan. Kedudukan tidak berubah hingga jeda.

Babak kedua PSG vs Arsenal

Pelatih kedua tim tidak melakukan pergantian pemain pada jeda. Cerita pertandingan pun tidak berubah. PSG mengepung pertahanan Arsenal, tapi kesulitan menciptakan peluang berarti.

Momen krusial terjadi pada pertengahan babak kedua. Cristhian Mosquera melanggar Khvicha Kvaratskhelia di area terlarang.

Wasit Daniel Siebert menunjuk tendangan 12 pas. Ousmane Dembele yang menjadi algojo tidak melewatkan kesempatan menyamakan kedudukan di menit ke-65.

 

Momentum berubah. PSG mendapat angin segar dan hampir memutar skor. Lewat serangan balik, Kvaratskhelia menyaksikan tendangannya mengenai tiang gawang.

Arsenal tidak tinggal diam dan juga mulai keluar dari sarang. Jual beli serang terjadi. Namun, tidak ada gol lagi dan tambahan waktu harus digelar.

Tambahan Waktu dan Adu Penalti

Pertandingan berlanjut. Insiden krusial terjadi pada menit ke-102. Pemain pengganti Arsenal Noni Madueke terjatuh usai berjibaku dengan bek PSG Nuno Mendes di area terlarang.

 

Namun, wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran. VAR juga tidak mengintervensi karena urung menemukan kesalahan fatal dalam keputusan awal. Dalam tayang ulang, Madueke dan Mendes terlihat saling menarik.

Tidak ada momen penting lagi. Pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo menunaikan tugas bagi PSG. Sementara Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli memberi poin bagi Arsenal.

Tak Sampai 10 Jam Dicopot dari Kepala BGN, Dadan Hindayana Ditangkap Kejagung

DevSphere – Kontroversi pencopotan kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, kini memasuki babak baru. Tak sampai 24 jam dari posisinya dicopot Presiden Prabowo Subianto, Dadan Hindayana langsung dijemput Kejaksaan Agung (Kejagung) tepat pada Rabu, (3/6/2026) dini hari. Posisi Dadan digantikan Nanik Sudaryati Deyang dan diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Ruang Sidang Kabinet, Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam. Lalu pada hari Rabu, ia dijemput sekitar pukul 04.00 WIB dengan eks wakilnya dan dikonfirmasi pukul 10.00 WIB semuanya telah ditangkap. Dicopot dari Kepala BGN karena bermasalah menjalan SOP Presiden Prabowo Subianto melalui Mensesneg langsung mencopot Dadan dan dua wakilnya. Pengumuman ini disampaikan secara luas sekitar pukul 20.30-21.00 WIB. “Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

Alasan Dadan dicopot dan diganti oleh Nanik S Deyang, karena ia dinilai bermasalah dalam menjalankan standar operasional prosedur dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). “Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola,” kata Prasetyo, dilansir dari Kompas.com, Selasa (2/6/2026). Prasetyo tak menampik kualitas makanan ikut menjadi pertimbangan penggantian posisi Kepala BGN. Dadan sudah dipantau kinerjanya selama 18 bulan.

“Tentunya selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki,” kata Prasetyo. Terkait alasan dicopotnya Dadan karena dugaan jual beli titik BGN, Prasetyo menjawab hal itu masih masuk tahap audit internal. Namun kurang dari 10 jam sejak ia diumumkan dicopot, Dadan justru ditangkap Kejagung.

Ditangkap Kejagung dini hari

Dilansir dari Tribun News Bogor, tiga eks pemimpin BGN yaitu Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya telah ditangkap dan tengah menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung RI, pada Rabu (3/6/2026). Kejakasaan Agung telah menjemput ketiganya sejak pukul 04.00 WIB, meski sebelumnya mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya sempat tidak berada di kediamannya.

Ketiga petinggi BGN tersebut ditangkap dan diperiksa Kejagung, karena dugaan praktik korupsi berupa jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) juga langsung melakukan penggeledahan kantor BGN di daerah Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026). Pengusutan dugaan praktik jual beli SPPG itu bermula ketika ditemukannya pelanggaran dalam pengadaan proyek dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut. Selain itu sumber tersebut juga menyatakan, bahwa praktik jual beli titik SPPG ini disinyalir turut melibatkan beberapa oknum besar.

Microsoft Rilis Web IQ, “Google Search” untuk AI Agent

KOMPAS.com – Microsoft memperkenalkan teknologi baru bernama Web IQ dalam ajang konferensi pengembang tahunan, Microsoft Build, pada Selasa (2/6/2026).  Web IQ merupakan mesin pencari (search engine) yang dirancang khusus untuk agen kecerdasan buatan (AI), seperti ChatGPT, Copilot, dan layanan AI lainnya.  Presiden Search and AI Microsoft, Jordi Ribas mengatakan, selama ini industri teknologi memiliki mesin pencari untuk manusia, seperti Google Search atau Bing. Namun kini, mulai muncul kebutuhan baru, yakni mesin pencari yang dibuat khusus untuk AI agent.  “Web IQ adalah solusi kami untuk jenis mesin pencari ini,” kata Ribas dalam wawancara dengan outlet media CNET. 

Ia menjelaskan, Web IQ buatan Microsoft dapat mengambil berbagai informasi yang relevan dari internet, mulai dari dokumen web, berita, gambar, hingga video.  “Informasi tersebut kemudian digunakan oleh agen AI sebagai landasan (grounding),” tuturnya.

Apa itu Web IQ?

Sederhananya, Web IQ bisa dianggap sebagai “Google Search” untuk AI. Yang membedakan dengan Google Search untuk manusia adalah, cara penyajiannya. Untuk pengguna manusia, mesin pencari biasanya akan mengurutkan hasil berdasarkan apa yang ingin ditemukan pengguna, baik itu dalam bentuk tautan situs, gambar, atau video. Sementara itu, untuk agen AI, hasil pencariannya disajikan dalam bentuk informasi yang lebih ringkas dan padat agar dapat diproses dengan cepat tanpa menggunakan banyak token.  Token sendiri merupakan unit teks yang diproses model AI saat memahami pertanyaan dan menyusun jawaban. Semakin banyak token yang digunakan, semakin besar pula biaya pemrosesan output yang dibutuhkan. 

Dirancang dari teknologi Bing

Ribas mengatakan, Microsoft memanfaatkan pengalaman mereka yang sudah lebih dari 20 tahun mengembangkan mesin pencari Bing untuk membangun Web IQ.  Namun, ia menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak sekadar menggunakan Bing yang sudah ada, melainkan dirancang ulang dari awal agar sesuai dengan kebutuhan AI agent.  Ia bahkan menyatakan, Web IQ buatan Microsoft ini unggul dalam kualitas hasil pencarian, efisiensi token, dan kecepatan respons.  Menurutnya, sekitar 95 persen permintaan pencarian dapat diproses dalam waktu kurang dari 165 milidetik. Ribas turut mengeklaim, Web IQ 2,5 kali lebih cepat dibandingkan produk lain yang tersedia saat ini. 

Sudah digunakan ChatGPT dan Copilot

Yang menarik, Microsoft mengungkap bahwa API Web IQ sendiri sebenarnya bukan teknologi yang benar-benar baru digunakan. API ini merupakan salah satu komponen dari Microsoft IQ-platform yang juga diumumkan dalam sesi keynote Microsoft Build.  Ribas menyebut, Web IQ telah dipakai selama beberapa waktu untuk mendukung layanan AI milik Microsoft sendiri, yaitu Copilot. Tak hanya itu, teknologi yang sama juga disebut telah digunakan oleh ChatGPT buatan OpenAI.  Ia juga mengatakan, masih ada banyak sistem AI lain yang menggunakan Web IQ sebagai sumber informasi atau grounding mereka. Namun, Microsoft belum mengungkap identitas layanan tersebut.

AI diprediksi bakal lebih sering “mencari” daripada manusia

Ribas memprediksi, jumlah pencarian yang dilakukan AI agent pada akhir tahun ini kemungkinan akan terus meningkat bahkan bisa melampaui pencarian yang dilakukan manusia. Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena untuk setiap respons chat, agen AI biasanya menjalankan banyak kueri.

Microsoft Umumkan Surface Laptop Ultra dengan Chip AI Nvidia RTX Spark

DevSphere – Microsoft mengumumkan calon laptop terbaru mereka yang bakal ditenagai chip AI Nvidia RTX Spark yang baru saja dirilis. Laptop tersebut adalah Surface Laptop Ultra, yang diumumkan dalam ajang Computex 2026 yang digelar di Taipei. Perangkat ini menjadi laptop Surface pertama yang ditenagai chip Nvidia RTX Spark, prosesor berbasis Arm terbaru Nvidia yang sebelumnya hadir dengan nama kode “N1X”.  Microsoft Surface Laptop Ultra diposisikan sebagai laptop Surface paling bertenaga yang pernah dibuat Microsoft.

Laptop ini diklaim mampu menangani berbagai beban kerja berat, seperti pengembangan perangkat lunak (development software), menjalankan kecerdasan buatan (AI) secara langsung di perangkat (on-device AI), dan bermain game.

Padahal selama ini, sebagian besar laptop Surface dirancang untuk penggunaan standar sehari-hari. Kecuali lini Surface Laptop Studio yang lebih berorientasi pada performa.  Microsoft mengatakan akan membekali laptop ini dengan unified memory hingga 128 GB.

Perusahaan juga mengeklaim, perangkat ini akan mampu menjalankan model AI secara langsung dan menawarkan performa grafis yang setara dengan GPU laptop Nvidia RTX 5070.  Jika seluruh klaim tersebut terbukti, Surface Laptop Ultra ini disebut berpotensi menjadi pesaing baru bagi MacBook Pro di segmen laptop premium. 

Ditenagai chip Nvidia RTX Spark

Salah satu daya tarik utama Surface Laptop Ultra adalah penggunaan chip Nvidia RTX Spark. Chip ini diproduksi menggunakan fabrikasi TSMC 3nm dan menggabungkan CPU Arm Grace hingga 20 inti dengan GPU berbasis arsitektur Blackwell yang memiliki hingga 6.144 CUDA Core.  Nvidia juga membekali chip ini dengan unified memori LPDDR5X berkapasitas 16 GB hingga 128 GB dengan bandwith mencapai 300 GB per detik. 

Untuk konektivitas, RTX Spark sendiri mendukung USB4 dan Thunderbolt, serta memiliki konsumsi daya (TDP) hingga 80 watt.  Adapun kombinasi spesifikasi tersebut diklaim mampu menghasilkan performa AI hingga 1 petaflop.

Sederhananya, laptop Surface Laptop Ultra nantinya bisa menjalankan model AI berukuran hingga 120 miliar parameter secara lokal tanpa mengalami kendala berarti.  Microsoft sendiri turut mengeklaim performa grafisnya setara dengan GPU laptop RTX 5070. Apabila klaim tersebut terbukti, pengguna disebut bisa menikmati proses rendering 3D yang lebih cepat, ekspor video yang lebih singkat, hingga performa gaming yang lebih tinggi.

Desain dan layar 

Dari aspek desain, Microsoft Surface Laptop Ultra mengusung layar PixelSense Ultra mini-LED berukuran 15 inci. Menurut perusahaan, layar tersebut mampu mencapai tingkat kecerahan puncak HDR hingga 2.000 nit, menjadikannya layar paling terang yang pernah digunakan pada perangkat Surface. Layar ini turut diklaim menawarkan akurasi warna tinggi untuk mendukung berbagai kebutuhan kreatif, seperti pengeditan foto maupun video. 

Dari sisi konektivitas, Surface Laptop Ultra dibekali sejumlah port, meliputi HDMI, USB-C, USB-A, slot kartu SD, serta jack audio 3,5 mm.  Microsoft turut menyematkan touchpad haptic terbesar yang pernah digunakan pada perangkat Surface. Selain itu, sistem pendingin laptop ini dirancang agar tetap senyap meskipun digunakan untuk menjalankan beban kerja berat.  Untuk daya tahan baterai, Microsoft menjanjikan penggunaan seharian penuh (all-day battery life). Namun, klaim tersebut masih perlu dibuktikan melalui pengujian lebih lanjut. 

Meluncur akhir tahun 2026

Microsoft sendiri belum mengungkap harga resmi Surface Laptop Ultra. Perusahaan hanya memastikan bahwa laptop ini dijadwalkan meluncur pada akhir tahun 2026, dengan dua opsi warna, yaitu Platinum dan Nightfall, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Tomsguide. Belum diketahui pula apakah perangkat tersebut akan dipasarkan secara global atau hanya tersedia di wilayah tertentu pada tahap awal peluncurannya. Kita tunggu saja.